Senin, 04 November 2019

Penyebab Mobil Bisa Overhaul

peta ganjil genap Jakarta

Indonesia, khususnya Jakarta merupakan salah satu kota yang mengalami kemacetan terparah didunia, salah satu penyebabnya adalah perbandingan mobil dan jalan yang sangat timpang. 

Dalam kemacetan tak jarang ada mobil yang overhaul karena overheat akibat terlalu lama terjebak macet, apalagi jika tidak mengusai jalan di Jakarta bisa-bisa kamu mengambil jalan yang salah karena di beberapa ruas jalan Jakarta untuk mengurangi masalah kemacetan dilaksanakan kebijakan ganjil genap, jadi warga Jakarta wajib tahu peta ganjil genap Jakarta jika mau selamat dari belantara jalan Jakarta.

selain overheat, ada beebrapa penyebab lain mobil bisa overhaul atau turun mesin, antara lain : 

1. Pelumas 
Inilah salah satu penyebab mobil turun mesin yang paling sering terjadi. Kelupaan untuk memeriksa kondisi oli mesin mobil memang berdampak besar pada kondisi mesin, karena habisnya oli akan menyebabkan gesekan-gesekan kasar antar komponen sehingga akan rusak perlahan. Kalau sudah rusak? Mau tidak mau harus di-overhaul. Penting untuk mengetahui kapan sebaiknya mengganti oli mobil untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bantalan poros engkol. Dengan rajin mengecek kondisi oli mesin mobil atau mengganti oli mobil, Anda bisa mengurangi ongkos perawatan karena biaya overhaul atau turun mesin bisa mencapai satu juta rupiah lebih tergantung tingkat kerusakan.

2. Timing Belt Putus
Dalam mekanisme katup, terdapat timing belt yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari poros engkol ke poros nok. Bila timing belt ini putus, bisa membuat piston dan katup-katupnya saling bertubrukan. Sehingga akan terjadi kerusakan pada katup dan pistonnya. Sehingga memaksa mobil anda harus turun mesin untuk diperbaiki.

Tetapi tidak semua mobil yang timing belt putus menyebabkan kerusakan pada katup dan pistonnya, ada juga yang aman-aman dan tidak menyebabkan kerusakan. Semuanya tergantung dari kontruksinya. Yang pasti akan membuat mobil anda mogok dan tidak bisa dihidupkan. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa yang terbaik adalah pecegahan, yaitu dengan mengganti timing belt secara rutin. Biasanya sekita 65.000 - 80.000 km, timing belt sudah diganti.

3. Water Hammer
Ini adalah masalah yang jarang tapi juga hampir selalu terjadi di daerah Jakarta. Mobil ternyata juga bisa kemasukan air, umumnya air ini dapat masuk melalui saluran hisap ketika mobil berada di jalan yang tergenang air, atau pada saat banjir terjadi. Air yang masuk ini akan ikut berada di ruang bakar, yang mana kita tahu bahwa air bukan merupakan zat yang bisa dikompresi seperti udara. Sehingga bila ditekan oleh piston maka dapat menyebabkan piston menjadi berlubang/ pecah, connecting rod patah, katup bengkok, poros engkol rusak dan juga mobil mogok.

Langkah antisipasinya adalah hindari melalui jalan yang sering tergenang air yang tinggi, dan hidari juga mengendarai mobil pada saat terjadi banjir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar