Senin, 15 Juli 2019

Mengenal KTA, Pinjaman Aman Minim Risiko

Tak bisa dipungkiri jika saat ini yang namanya pinjaman atau kredit sudah menjadi salah satu gaya hidup sebagian masyarakat. Kebutuhan demi kebutuhan yang terus meningkat dan tidak dapat ditutupi dengan pendapatan yang ada, menjadi alasan dari diajukannya pinjaman yang biasanya difasilitasi oleh pihak bank. Namun tak jarang, pinjaman juga dilakukan oleh para pelaku usaha yang memerlukan dana cepat untuk memutar kembali modal usaha yang tergolong minim. Seperti halnya pelaku UMKM yang harus memproduksi banyak barang yang belum dilunasi pembayarannya dan memilih untuk mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang diklaim lebih aman dan minim risiko.

Pinjaman

Namun sebenarnya, apa sih KTA itu? Benarkah risikonya minim dan dapat menjadi solusi bagi kebutuhan dana cepat?

Kredit Tanpa Agunan (KTA) sebenarnya adalah pinjaman berupa kredit perorangan tanpa agunan atau jaminan yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan kepada calon debitur yang memenuhi persyaratan. Jadi, nasabah yang mengajukan pinjaman jenis ini tidak perlu menjaminkan harta seperti sertifikat rumah atau kendaraannya. Bisa dikatakan pinjaman ini memang benar-benar mudah dan tidak ada risiko kehilangan harta benda jika terjadi tunggakan atau kredit macet.

Eits, tapi jangan terlalu senang dan langsung mengajukan KTA tanpa pikir panjang, loh! Tidak adanya syarat jaminan bukan berarti pihak bank atau lembaga keuangan penyedia fasilitas ini dengan mudah menawarkan kepada nasabah. Tidak semudah itu! 

Untuk mendapatkan fasilitas itu, calon nasabah harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan minimum berusia 21 tahun serta maksimum 55 tahun. Yang utamanya, sebagai salah satu jaminan bahwa anda mampu untuk membayar angsuran per bulan, tentunya adalah penghasilan per bulan yang paling sedikit 2,5 juta Rupiah atau ditentukan per wilayah. 

Punya penghasilan 3,5 juta Rupiah per bulan dan masih produktif bekerja? Belum tentu dapat lulus pengajuan KTA, loh! Arus kas di rekening tabungan kita selama 3 bulan terakhir biasanya juga diminta, termasuk juga tagihan kartu kredit terakhir. Hal ini sebagai salah satu pertimbangan pihak penyedia fasilitas kredit tersebut sebelum memberikan pinjaman kepada nasabah. Istilahnya, yang mendapatkan fasilitas itu hanya nasabah-nasabah terpilih yang track record-nya bersih dari potensi bangkrut. Apalagi pinjaman ini tidak mengharuskan yang bersangkutan menyertakan jaminan. 

Lalu bagaimana cara mengajukannya? 

Hampir semua bank punya fasilitas KTA, baik swasta nasional maupun BUMN dan BUMD. Bahkan beberapa pihak juga menyediakan layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat yang bukan nasabah bank. Terlebih jika kebutuhan dana sangat mendadak dan tidak sempat ke kantor pelayanan perbankan, pengajuan dapat dilakukan via situs, salah satunya yang diberikan oleh CekAja.com

Berapa besaran bunga per bulan?

Rata-rata suku bunga untuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) beragam dan berkisar di angka 10-20 persen lebih. Biasanya tergantung dari besaran pinjaman yang disetujui dan semakin besar tentu suku bunga juga akan lebih tinggi. Hal ini sebagai bentuk perlindungan nasabah dan pihak bank untuk menghindari risiko macetnya proses pelunasan.

Hal itu juga berlaku bagi plafon kredit yang ditawarkan. Batasan-batasannya biasanya berbeda dengan produk kredit lainnya yang menggunakan jaminan. Namun mayoritas plafon pinjaman KTA mulai dari 5-300 juta Rupiah. Tak hanya untuk KTA berupa dana, untuk biaya pendidikan dan kebutuhan lainnya juga dapat mengajukan pinjaman tanpa jaminan, hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon debitur. 

Sementara untuk pembayaran angsuran tak kalah berbeda dengan pinjaman lainnya, hanya berbeda pada bagian mekanisme dan tidak adanya jaminan. Tapi jangan sampai membuat kita lalai dan tidak membayar kewajiban tersebut hanya karena tidak ada jaminan apa-apa, ya!

 Seperti yang sudah dibahas di atas, saat ini fasilitas KTA tak hanya didominasi oleh bank saja, namun juga oleh perusahaan lainnya yang tentunya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Pinjaman online yang berbasis situs maupun aplikasi biasanya lebih memudahkan calon debitur untuk membandingkan fasilitas dan syarat antar bank maupun lembaga lainnya sebelum memutuskan untuk mengajukan. Biasanya yang menjadi rujukan adalah besaran bunga per bulan, berapa plafon minimum dan maksimum yang dapat diajukan, lama angsuran, hingga kebijakan-kebijakan lainnya yang akan sangat berdampak pada proses peminjaman.

Kalau masih ragu dan ingin cari tahu untuk pinjaman aman bisa cek aja di https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan/. Di laman utama kita sudah bisa menghitung besaran angsuran beserta bunganya, sesuai dengan berapa besaran pinjaman yang aka diajukan. Sesuai kebutuhan kita sendiri dan tentunya tidak perlu repot datang ke bank, apalagi takut pekerjaan tidak selesai karena panjangnya proses yang harus dijalani jika melalui layanan tersebut. Cara ini dipermudah oleh CekAja.com yang dapat dihubungi 24 jam dan dengan mudah memandu kita seperti halnya di bank. Mudah kan? Kalau sudah cair pinjaman harus tepat waktu bayarnya, ya. Jangan telat!

1 komentar: