Selasa, 13 Juni 2017

Benarkah Mainan Fidget Spinner Menghilangkan Gelisah ?

Fidget Spinner Menghilangkan Gelisah

Fidget  Spinner menjadi mainan yang populer di Indonesia. Mainan ini berbentuk seperti  gasing dan dimainkan dengan  cara diputar di sela jari  telunjuk dan jempol. 

Banyak  orang meyakini bahwa Fidget Spinner  ini berfungsi menghilangkan  kegelisahan dan menjadikan  penggunanya tetap fokus.

Pada tanggal 17 Mei kemarin mainan ini menjadi salah satu  dari 10 mainan terlaris di  Amazon. 
Beberapa orangtua  dan anak-anak bahkan  membuatnya sendiri dengan  printer 3D ataupun kerajinan  lainnya seperti yang dilansir  dari theconversation.

Kelompok penelitian dari Katherine Isbiter, Professor of  Computational Media,  University of California,  Santa Cruz bersama timnya telah melihat secara mendalam  bagaimana orang menggunakan  barang mainan seperti fidget  spinner selama beberapa tahun  terakhir. 

“Apa yang kami  temukan menjelaskan bahwa  barang-barang ini bukan iseng  saja. Meski terkadang menjadi  gangguan yang menyebalkan  bagi orang lain, barang- barang ini bisa berguna bagi  orang dewasa.”

Banyak contoh yang telah Kathe rine dan kelompoknya ceritakan tentang barang siap pakai seperti klip kertas,  USB thumb drive, earbud  headphone dan pita lengket. 
Tetapi orang juga membeli  barang-barang khusus seperti Fidget Spinner atau Fidget  Cube untuk tujuan menghilangkan. 


Penelitian lainnya yang  melibatkan beberapa orang  yang menggunakan barang, seperti batu halus yang  disukai, untuk menenangkan  diri, telah membantu mereka  mencapai keadaan yang lebih  santai, kontemplatif, bahkan  sadar.

Penelitian psikologi tentang  pencarian sensasi memberi  tahu kita bahwa orang sering  berusaha menyesuaikan  pengalaman dan lingkungan  mereka, sehingga memberi  tingkat stimulasi yang tepat. 

Orang yang berbeda berfungsi  dengan baik dalam situasi  yang berbeda. Beberapa orang  menyukai ketenangan total  untuk membantu mereka fokus,  sementara yang lain merasa  bahagia bekerja di lingkungan  yang sibuk dan berisik.

Hasil penelitiannya sesuai  dengan catatan anekdot  tentang mainan seperti ini  membantu anak-anak dengan  perhatian atau kecemasan  untuk tetap fokus dan tenang  di dalam kelas. 
Sebenarnya,  mainan seperti ini sudah  tersedia untuk anak-anak  selama beberapa waktu.

Penelitian terdekat adalah  penelitian profesor sains UC  Davis tentang perilaku Julie Schweitzer untuk membiarkan  anak-anak dengan ADHD gelisah, menggeliat, terpental atau  bergerak dengan lembut di  tempat, sementara mereka  mengerjakan tugas konsentrasi  berbasis laboratorium yang  disebut "paradigma pemarah". 

Dia menemukan bahwa gerakan  yang lebih menyeluruh (diukur  dengan menggunakan  accelerometer pada  pergelangan kaki) pada anak- anak dengan ADHD memang  membantu mereka melakukan  tugas yang membutuhkan  kognitif ini.

Hal tersebut adalah langkah  besar dari penemuan itu  hingga sebuah klaim yang menyebutnya berhasil menghilangkan  gelisah. 

Namun, terapis  cenderung lebih fokus pada  hasil daripada temuan teoritis . Mereka menggunakan apa yang  mendapat hasil dan membuang  apa yang tidak, jadi  pengalaman praktis  menyarankan agar mainan ini  bisa membantu anak-anak.

Menyeimbangkan benda yang  bergerak dan melakukan trik  adalah banyak hal yang  membuat para penggunanya itu  menyenangkan. 

Ini juga yang  menarik perhatian pengguna  dari guru, dan juga mata  siswa lainnya. Inilah yang  dihindari seorang guru yang  berusaha menjaga kelas tetap  fokus. Maka dari itu,  beberapa kelas melarang  penggunya memainkannya.

Item gelisah tampaknya  melayani tujuan yang berharga.  Masih ada penelitian yang  harus dilakukan, tapi itu  bukan hanya iseng. 

Mereka  mewujudkan fenomena abadi  yang hampir semua orang  gunakan pada suatu saat, perhatikan tingkah laku Anda  sendiri saat melakukan  pekerjaan meja atau duduk  dalam rapat. 
Tim peneliti  saya terus mempelajari  perilaku dan desain yang  gelisah, bekerja untuk  menciptakan objek cerdas  cerdas generasi mendatang  yang mendukung perhatian  manajemen dan tetap tenang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar